Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Showing posts with label Perang. Show all posts
Showing posts with label Perang. Show all posts

Mar 28, 2011

This is the NATO war fleet in Libya

Fighter aircraft of the North Atlantic Treaty Organization or NATO-led coalition who joined in France and supported by Arab countries, has been launched to head off the forces of Libyan leader Muammar Gaddafi. Coalition forces also planned to attack the rebel-held city, Benghazi.



As quoted by Reuters on Sunday (20 / 3), before, battleships and submarines of the United States and British military has also fired more than 110 Tomahawk missiles or missiles to Libya to take over their air defenses. Nevertheless, there are no U.S. aircraft flying over Libya.

The following are military assets that are being used coalition forces in military action against Libya:

French
France to deploy as many as 20 fighter jets in the early operations in Libya, including the Rafale multirole fighter, the Mirage fighter jets and a drone unmanned AWACS. Their target area about 62-93 kilometers area around the rebel-controlled city, Benghazi. French operation currently has an air base on the Mediterranean island of Corsica Solenzara in, about an hour flight from Libya with a jet fighter.

French aircraft carrier, Charles de Gaulle, was in the Mediterranean Coast, France and will go to Libya at noon this Sunday. And is expected to reach reach the Libyan coast on Monday night with a 15 jet fighter. This battle also involved three frigates, a supply ship fuel, and submarines.

France also has an air force base near the Mediterranean cities of Marseille and Istres, about an hour and a half of Libya. Special aircraft refueling tankers have also been prepared since last Friday to distribute fuel from Istres. As for France to rejoin NATO's military command in 2009, after four decades of experience of exile.

England
British military had participated in coordinated attacks on Saturday against Libyan air defense system using Tomahawk missiles, launched from one of the Trafalgar class submarines. UK Ministry of Defence (MoD) also confirmed Stormshadow missile launched from a Tornado GR4 jet flown by the Royal Air Force base, about 3,000 miles away in Norfolk in eastern England.

This operation is also supported by aircraft VC10 and Tristar aircraft fuel filling, such as the E3D Sentry and Sentinel surveillance aircraft. The Defense Ministry also said the Typhoon aircraft will be deployed to provide support.

Britain has two frigates off the coast of Libya, HMS Cumberland and HMS Westminster, which is also called to support the operation. Sources in the government Ingfris also earlier said the ship was to be deployed.

United States
United States launch a limited military action in Libya a few hours after the French, who launched attacks along the Libyan coast with Libyan air defense targets. The U.S. military also deployed fighter aircraft, missiles and electronic attack.

A defense official said the U.S. Navy has three submarines equipped with Tomahawk missiles in the Mediterranean ready to participate, including the attack submarine Newport News and Providence. They joined two Navy ships. Tomahawk missiles that could cripple the normal plane or similar anti-aircraft defenses in the no-fly operation.

Overall, the U.S. Navy has also deployed five battleships in the Mediterranean, including one aircraft missile destroyer guides. But no U.S. aircraft carrier which is near Libya. USS Enterprise, which recently placed in the Red Sea, has been moving eastwards. Away from Libya, to join the USS Carl Vinson, in the Arabian Sea to support operations for Afghanistan.

Canada
Canadian warship HMCS Charlottetown has joined the navy, including sea blockade, which took place in Libya. Canadian fighter jets also have reached the area, but the plane takes one or two days of preparation before they can join the mission.

Italy
Italy has sent dozens of fighter aircraft at the base of Trapani, in western Sicily in readiness for involvement in an air strike on Libya. Tornado soldiers that can be used to destroy enemy air defense and radar, such as the F-16 and Eurofighters, used for air defense into the air which is then transferred to Trapani from bases in Piacenza in northern Italy, Gioia del Colle in Apulia.

Italy also offered the use of NATO headquarters near Naples for a joint command center in a joint operation. Countries Participating in the future in military activities

Jun 6, 2010

Foto Gaza di Koran Amerika

Foto Gaza di Koran Amerika - Ingin tau bagaimana tampilan dari foto Gaza di koran Amerika simak yang berikut ini.

Satu hal yang tidak sempat terangkat dalam kapal kemanusiaan dan itu sangat dibutuhkan warga Gaza adalah pekerjaan, listrik, dan jalan keluar.
Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:

Foto Gaza di Koran Amerika


Spoiler for Foto Gaza di Koran Amerika:
Foto Gaza di Koran Amerika


Kalimat diatas ini menjadi pembuka artikel yang menggambarkan sulitnya kehidupan warga Gaza, yang termuat dalam koran Amerika, Washington Post. Artikel ini mengakui betapa sulitnya kehidupan warga setempat setelah Israel memblokade Gaza dalam lima tahun terakhir.

Blokade telah menjadikan Gaza menghadapi masalah yang begitu kompleks dan kebiasaan hidup darurat. Hampir 80 persen penduduk Gaza, saat ini tidak punya pekerjaan. Hidupnya sangat bergantung pada bantuan dari luar. Washington Post menggambarkan, saat ini Gaza menjadi seperti sebuah negara yang perekonomiannya hancur.

Rumah sakit, sekolah, pembangkit listrik, semuanya dalam kondisi rusak parah. Barang-barang yang terpapar di toko kelontong pun kebanyakan barang Israel yang diupayakan masuk lewat Mesir. Tapi itu pun jumlahnya terbatas. Pemandangan seperti ini antara lain terlihat di salah satu toko kelontong di jalan utama Gaza, yakni Jalan Salah al Din.

"Saat warga Barat datang, mereka akan melihat pemandangan khas seperti ini," kata Omar Shaban, ahli ekonomi di Gaza. Bantuan yang datang kepada masyarakat Gaza dari pihak asing, tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. "Hampir semua orang di sini punya microwave," ungkap dia. Bahkan di kamp-kamp pengungsian pun warga memiliki perabotan modern, meski tempat tinggalnya nyaris runtuh. Barang-barang tersebut merupakan bantuan dari pihak asing.

Tujuan utama Israel memblokade Gaza, menurut Washington Post, adalah untuk menghentikan penyaluran senjata ke Hamas, dan melemahkan otoritas organisasi tersebut. Dengan blokade, masyarakat setempat menjadi frustasi. Kemudian sekitar 1,5 juta penduduk Gaza itu memberontak, dan ramai-ramai menghancurkan Hamas.

Tapi, menurut ahli keamanan dari Universitas Tel Aviv, Brigadir Jenderal, Meir Elran, tujuan tersebut tidak akan tercapai. Bahkan dalam tiga tahun ke depan, blokade ini tidak akan menghasilkan kondisi yang diharapkan Israel.

Koordinator bantuan kemanusiaan PBB untuk Palestina, Philippe Lazzarini, mengingatkan Israel untuk membuka blokade bagi produk-produk pertanian dan aktivitas nelayan. Dia mengharapkan agar nelayan Gaza diberi kebebasan untuk menebar jaring di perairan yang bebas polusi. "Sekarang wilayah ini masih 'mengimpor' ikan dari Israel, dan memasukannya lewat perbatasan Mesir-Gaza," ujar dia.

Kemudian di akhir artikel ini terungkap bahwa Israel sudah berupaya untuk melonggarkan blokade. Koran Amerika ini juga kemudian melukiskan betapa Israel membuka pintu bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mengutip data Israel, artikel ini menulis bahwa sepanjang Mei, Israel mengizinkan masuk 637 truk ke Gaza yang membawa 14 ribu ton makanan, obat-obatan, dan bantuan lain.

Namun kondisi sebenarnya kesulitan luar biasa masih terus dialami warga Gaza. "Dulu kami bisa mendapatkan 100 dolar AS (sekitar Rp 900 ribu) per hari, dan bisa berlibur ke Mesir setiap dua bulan," kata Shaban, seorang warga Gaza yang beruntung mendapatkan pekerjaan. Kini, kata dia, warga Gaza yang beruntung bisa kerja, harus menghabiskan waktu 10 jam untuk mendapatkan 5 dolar AS (sekitar Rp 45 ribu).

forumkami.com

May 11, 2010

China, negara komunis menyetujui untuk menghapus israel dari peta dunia

Tampaknya upaya Iran mengampanyekan penghapusan Israel dari peta dunia sedikit mengalami kemajuan dan ternyata ada juga pihak yang mendukung upaya ini.

Sejak Israel menggelindingkan kontroversi menyangkut pernyataan Presiden Republik Iran, Mahmoud Ahmadinejad, tentang penghapusan Israel dari peta dunia, rezim Zionis pun gencar mengesankan dirinya tertindas. Menariknya secara kebetulan Israel terhapus dari peta dunia dan fenomena ini membuat sejumlah pihak mulai bersuara.
http://img.timeinc.net/time/daily/2007/0703/chinese_military0305.jpg
Andrea Peyser, kolomnis koran New York Post, yang dinilai sebagai salah satu aset berharga sang raja media dunia, Rupert Murdock, mengungkap fakta menarik ini. Dalam tulisan terbarunya, Persey menyebutkan, "Tampaknya upaya Iran untuk menghapus Israel dari peta dunia mendapat dukungan, Anda cukup mengunjungi toko-toko lokal dan Anda lihat di sana." Menurutnya, seorang pelajar putri berusia 12 tahun yang tidak jelas apakah ia Yahudi atau bukan, setelah membeli globe dunia mainan, menyadari bahwa tidak tercantum nama Israel pada globe tersebut, dan tepat di peta yang seharusnya ditemukan nama Israel hanya tercantum nama Palestina.

Ini adalah awal dari kisah yang diperkirakan akan membuat perusahaan pengimpor mainan tersebut di Amerika menghadapi masalah besar.

Posted Image

Namun kali ini, penghapusan Israel itu tidak dilakukan oleh Inggris sebagai pendiri rezim ilegal di bumi Palestina itu. Melainkan aksi dari rekan bermata sipit. Sebuah perusahaan mainan di Cina telah memproduksi ratusan ribu bahkan diperkirakan sampai jutaan globe mainan yang disebarkan ke seluruh penjuru dunia yang tidak mencantumkan nama Israel pada globe mini tersebut. Hanya beberapa puluh ribu saja yang dikirim ke Amerika sebagai contoh.

Sejak masalah ini terkuak, pejabat New York menginstruksikan penggeledahan terhadap seluruh toko penjual mainan di kota ini untuk mengumpulkan dan menghancurkan globe mini itu. Namun hanya Tuhan yang tahu berapa banyak globe mini yang telah dibeli anak-anak New York.

"Pihak Cina menyatakan bahwa Israel sangat kecil di peta dan mereka tidak dapat mencantumkan nama Israel pada globe itu. Pertanyaan saya adalah apakah nama Israel lebih besar dari Palestina? Bagaimana mungkin nama Palestina tertera tapi Israel tidak?" kata Peyser.

Menghadapi tekanan hebat dari berbagai pihak, perusahaan Dorian Global berpusat di New Jersey, pemasok mainan tersebut langsung meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan.

Cerita ini belum berakhir. Hal ini digunakan oleh Peyser untuk kembali mengampanyekan kepada dunia bahwa Israel adalah negara paling tertindas. Menurutnya, Israel menghadapi serangan dari berbagai arah. Ditambah lagi dengan boikot produk Israel oleh negara-negara Eropa, Arab, dan Muslim, begitu juga oleh Cina.

Kolumnis New York Post ini tidak menyebutkan berapa banyak aksi teror, serangan, kejahatan anti-kemanusiaan, dan kebengisan rezim yang diklaimnya sebagai pihak yang paling tertindas di dunia ini.(Irb/sbl)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More